Showing posts with label UN 2012. Show all posts
Showing posts with label UN 2012. Show all posts
Sunday, April 8, 2012

Perihal Pencetakan Naskah Soal UN 2012

0 comments
Dinas Pendidikan Sulsel mengkhawatirkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA yang akan digelar 16 April mendatang. Kekhawatiran itu bukan dalam hal persiapan siswa atau sekolah melainkan soal UN.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Patabai Pabokori mengatakan kekhawatiran itu karena soal UN untuk Sulsel dicetak di Semarang. Rencananya, naskah soal sudah akan didrop ke Makassar 9 April ini. Pihak percetakan sudah menyiapkan gudang untuk penyimpanan sementara soal UN sampai menunggu jadwal distribusi lanjutan ke daerah-daerah.

"Mudah-mudahan UN sukses, lancar, dan tidak ada masalah kekurangan, bertukar, atau kebocoran sebab ini dicetak di Semarang. Karena ini dikerjakan manusia biasa, bisa saja soal Sulsel tertukar dengan Kalimantan," kata Patabai, Rabu, 4 April.

Menurutnya, selama 3 tahun pelaksanaan UN, tidak ada masalah yang muncul dalam hal naskah ujian. Itu karena soal dicetak di Makassar. Sehingga jika ada kekurangan bisa langsung diatasi. "Kebocoran bisa saja terjadi di Semarang usai dicetak," katanya.

Patabai mengaku tidak tahu langkah apa yang akan diambil jika nantinya soal tertukar atau kurang. Alasannya, jumlah soal yang didrop ke Sulsel tentu disesuaikan jumlah siswa peserta UN.
"Saya tidak tahu solusinya. Sebab kita memang tidak setuju dicetak di pusat. Kita khawatir bertukar atau kurang. Tapi pusat menjamin tidak akan ada masalah. Jadi kita ikut saja," katanya.

Untuk soal ujian, Dinas Pendidikan baru diserahi tanggung jawab setelah soal didrop 9 April nanti. "Tanggung jawab kita mengambilnya di gudang dan mendistribusikan ke daerah. Kita akan kirim soal ke daerah tiga hari menjelang UN utamanya yang daerahnya jauh," tuturnya.

Naskah Soal UN 2012 Medan Paling Lambat H-7 Didistribusikan

0 comments
Naskah soal Ujian Nasional (UN) 2012 yang dicetak PT Ceria Riau Mandiri di Provinsi Riau harus tiba di Medan paling lambat H-7 atau 9 April. Dengan begitu bisa menghindari keterlambatan distribusi ke daerah terjauh di Sumut.

"Kami sudah instruksikan pengawas kami di sana (percetakan) untuk mulai didistribusi H-7. Jika tidak, bisa terlambat," kata Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Khairil Anshari, saat dihubungi 6 April.

Menurut Khairil, pendistribusian naskah soal dari Riau akan dilakukan melalui jalur darat. Diperkirakan distribusi tersebut memakan waktu hingga satu hari. Distribusi naskah ini didampingi pengawas dan pihak kepolisian.

"Setibanya di Medan, maka soal ditempatkan di Unimed. Setelah itu baru kami salurkan ke daerah daerah," katanya.

Untuk wilayah terjauh, seperti Pulau Nias, dan Kota Sibolga, distribusi soal mulai dikirimkan dari Medan pada H-4, dan selanjutnya diikuti daerah lain. Distribusi dilakukan melalui jalur darat dan didampingi pengawas dan pihak kepolisian. Untuk pengawas di tingkat satuan pendidikan akan diterjunkan 1.837 orang, terdiri atas dosen Unimed, Universitas Sumatera Utara (USU), Politeknik Medan, Kementerian Agama, dan Kopertis.

"Pengawasnya satu orang di masing masing sekolah. Kalau pengawas kelas dari guru setempat dengan sistem silang," ujar Khairil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri mengklaim seluruh daerah sudah siap melaksanakan UN secara jujur dan bersih, ditandai dengan telah ditandatanganinya kesepakatan penyelenggaraan UN Jujur.

"Sesuai dengan keinginan kami bersama, sudah sepakat untuk menciptakan UN jujur, bersih dan berprestasi," ucapnya.

Syaiful berharap penyelenggaraan UN kali ini tidak menemui kendala seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya seperti kekurangan naskah soal untuk daerah Nias. Agar kejadian seperti itu tidak terulang, dia meminta kepada pihak percetakan untuk mengirimkan naskah soal sesuai jumlah peserta di kabupaten/kota.

"Sebab, tahun ini tidak disediakan cadangan. Untuk itu, kami berharap jumlahnya sesuai dengan peserta UN," ucapnya.

Terkait target kelulusan, Syaiful berharap prestasi di tahun sebelumnya bisa diraih. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) meraih peringkat tiga nasional. Meskipun, hasil UKA yang ditorehkan para guru tidak memuaskan.

Pelaksanaan UN 2012 dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan SMA sederajat menghabiskan anggaran Rp20.668.485.000. Dana tersebut termasuk di dalamnya pencetakan naskah, honor pengawas, dan biaya distribusi naskah.

Jadwal pelaksanaan UN SMA/MA dilaksanakan 16-19 April, dan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digelar 16-18 April. Peserta UN tingkat SMA/MA/SMK berjumlah 735.679 peserta.

Jika ada peserta yang berhalangan pada hari pelaksanaan UN yang telah ditentukan, boleh mengikuti ujian susulan yang ditetapkan 23-26 April untuk SMA, dan SMK pada 23-25 April. "Untuk pengumumuman kelulusan dilakukan secara serempak di seluruh sekolah di Sumut 26 Mei 2012," kata Syaiful.
Sunday, January 22, 2012

Kisi-kisi Ujian Nasional 2012

0 comments
Walaupun sebagian pengamat berpendapat bahwa Ujian Nasional Dinilai Gagal Meningkatkan Kualitas Pendidikan akan tetapi Pemerintah tetap berkomitmen bahwa ujian nasional (UN) sebagai salah satu indikator kelulusan harus tetap dilaksanakan. Menurut Pemerintah, UN masih merupakan salah satu sarana yang dipandang ideal untuk memetakan mutu pendidikan. Tanpa UN dinilai sulit melakukan pemetaan dan akan berdampak buruk, khususnya pada daerah-daerah yang pembangunan pendidikannya masih lemah.

Sebagai wujud komitmen Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempercepat waktu pemberian kisi-kisi soal ujian nasional (UN) 2012. Kisi-kisi soal UN yang dijanjikan awal Nopember sudah bisa Anda unduh dari situs Ujian Nasional ini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro pernah mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk membantu sekolah dan para siswa lebih siap menghadapi UN tahun 2012.

Download Kisi-kisi UN 2012 disini

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan bahwa perihal tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan akseptabilitas, dan juga merupakan jawaban atas banyaknya masukan terkait penyelenggaraan UN. Dari sekian banyak masukan, yang kemudian dijadikan fokus oleh Balitbang Kemdikbud adalah akseptabilitas, kualitas, dan efektifitas penyelenggaraan UN.

Peningkatan akseptabilitas UN dinilai akan meminimalisir “ketakutan” para siswa dan guru saat akan menghadapi UN. Cara yang ditempuh adalah dengan melakukan dialog secara lebih intensif, dan memberikan kisi-kisi UN secepatnya.

Pemberian kisi-kisi UN juga bertujuan agar memudahkan pusat memberikan arahan kepada dinas pendidikan daerah dan guru-guru di sekolah agar pembuatan soal-soal ujian di sekolah merujuk dan disesuaikan dengan kisi-kisi UN yang diberikan.

Ketakutan itu dinilai akan memicu penolakan. Untuk menekan itu, Kemdikbud menyampaikan kisi-kisi secepatnya. Jika dulu berbarengan, maka sekarang kisi-kisi UN 2012 akan kita berikan di tahun 2011, ini agar tercipta keselarasan soal dan membuat siswa terbiasa dengan soal yang akan diberikan.

Selain itu, hal lain yang akan dipertegas adalah memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan. Meski proporsi penilaiannya membuat nilai UN mendominasi kelulusan, yaitu 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai sekolah.

Kemdikbud berharap UN 2012 bisa lebih santai dan diterima. Secara politik, proporsi 60:40 itu sudah diterima, dan baru akan dievaluasi apakah tetap digunakan atau akan diubah setelah dua tahun digunakan, yaitu pada 2013.

Nilai-nilai UN yang rendah juga dalam proses pengkajian. Ujungnya Kemdikbud berharap ada kebijakan berdasarkan pengkajian mengapa nilainya menjadi rendah, apakah soal yang terlalu susah atau ada penyebab lain, demikian penjelasan dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelaksanaan Ujian Nasional Diharap Sesuai Jadwal

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh berharap agar pelaksanaan Ujian Nasional 2012 dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Jadi diharapkan urusan percetakan juga dapat diselesaikan tepat waktu.

Di samping masalah pencetakan naskah UN, diharapkan kisi-kisi soal juga disampaikan lebih awal. Dengan tujuan, guru dan siswa dapat mempersiapkan sejak dini. "Kisi-kisi soal harus disampaikan guru kepada siswa sehingga siswa tidak menjadi stres pada saat menghadapi ujian nanti," tegas Nuh.

Dia menambahkan, ada beberapa poin perbedaan dalam percetakan naskah UN 2012 dengan tahun sebelumnya. Yakni, tahun 2012 dalam soal terdapat kode pengaman dalam setiap lembar soal.

“Urusan kerahasiaan tahun ini menjadi kata kunci. Kami seleksi betul perusahaannya dan juga memaksimalkan pengawasan yang dibantu oleh perguruan tinggi dan kepolisian,” ujar Mendikbud.
 
Bank Soal (Ujian Tulis) © 2011 Grade science & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends